Islam melarang wanita dan pria untuk memanjangkan kuku. Sebagian kaum wanita sengaja memanjangkan kuku-kuku mereka atau membuat kuku-kuku palsu yang jelas menyalahi fitrah. Sementara, bagi seorang Muslimah diharapkan darinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang berkenaan dengan perangai fitrah.
Salah satu perangai fitrah tersebut adalah memotong kuku. Mereka yang memanjangjan kukunya mungkin mengatakan ," Saya memelihara kuku-kuku saya dan saya mencucinya setiap hari ". Maka jawabannya adalah
- Syariat islam telah melarang memanjangkan kuku. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah menyatakan,"Memanjangkan kuku adalah menyelisihi As-sunnah. Diriwayatkan dengan shahih dari Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda,"Fitrah itu ada lima : Berkhitan, Mencukur bulu Kemaluan, Memendekkan kumis,Mencabut bulu ketiak dan memotong kuku ".Kuku dan yang lainnya tersebut tidak boleh dibiarkan panjang lebih dari 40 hari, berdasarkan riwayat Anas Radiyallahu anhu, bahwa ia bercerita , " Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam memberikan batasan kepada kami dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan dengan tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam". Karena memanjangkan semua bagian tersebut menyerupai binatang dan sebagian orang-orang kafir (Fatawal Mar'ah 167). Syaikh Muhammad Al Utsaimin Rahimahullah menyatakan," Termasuk aneh apabila orang-orang yang mengaku modern dan berperadaban membiarkan kuku-kuku mereka panjang , padahal jelas mengandung kotoran dan najis, serta menyebabkan manusia menyerupai binatang ".
- Dari segi kesehatan, sesungguhnya mencuci kuku itu tidak membuat kuku itu bersih dari kuman dan kotoran karena air tidak dapat mencapai bagian bawah kuku. Itu hal yang jelas dan dapat maklumi .
Para Kaum Muslimin yah di rahmati oleh ALLAH SWT. Oleh karena itu kita biasakan untuk selalu memotong kuku kita agar bersih dan tidak mengandung banyak kuman. Dan cobalah untuk menjaga Kebersihan :)
by : www.katarikuper.co.cc






0 komentar:
Posting Komentar